Memasuki Puncak Kemarau, Warga Diminta Waspada Kebakaran
Peristiwa

Memasuki Puncak Kemarau, Warga Diminta Waspada Kebakaran

Wonogiri, (wonogiri.sorot.co)--Sejak beberapa bulan terakhir, masyarakat mulai merasakan dampak musim kemarau seperti kekeringan dan kebakaran. Kebakaran memang berpotensi terjadi dimusim kemarau seperti saat ini terlebih pada daerah yang memiliki lahan luas.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Bambang Hariyanto menerangkan, bulan September ini sudah mulai memasuki puncak kemarau. Kondisi ini dimungkinkan masih akan terus terjadi hingga awal atau pertengahan Oktober mendatang.

Menyikapi hal tersebut, pihaknya telah memberikan himbauan kepada masyarakat untuk terus waspada dan berhati-hati. Pihaknya juga telah memberikan surat edaran ke seluruh kecamatan dan memberikan himbauan langsung kepada masyarakat.

Segala tindakan harus berhati-hati jika sudah memasuki puncak kemarau seperti ini. Pasalnya sangatlah rawan sekali terjadi kebakaran,” kata Bambang Hariyanto, Selasa (12/09/2017).

Dimusim kemarau seperti saat ini, lanjut Bambang, sebenarnya tidak diperkenankan membakar sampah di lahan ataupun di pekarangan yang luas. Sebab, apabila masyakat lalai sedikit saja, api bisa menjalar dan menyebabkan kebakaran. Maka dari itu, jika masyarakat hendak membakar sampah, sangat disarankan untuk menunggui atau memantau sampai api benar-benar padam dan tidak merembet ke sekitarnya. 

Kebakaran lahan sangat berpotensi dikarenakan hembusan angin yang kencang. Bila angin bertiup, sampah dedaunan kering yang terbakar bisa dengan cepat menjalar ke lahan lainnya.

Menurutnya, hampir semua wilayah berpotensi terjadi kebakaran. Namun dari data yang masuk di BPBD Wonogiri beberapa waktu terakhir, daerah yang masuk kategori rawan diantaranya Eromoko, Tirtomoyo, Purwantoro, dan Selogiri.

Wilayah yang sebagian besar terdapat hutan rakyat, hutan lindung, pekarangan luas dan lahan lainnya, sangat rawan terjadi kebakaran hutan,” lanjutnya.

Dari data yang masuk, BPBD Wonogiri telah menangani sedikitnya 20 peristiwa kebakaran yang terjadi pada bulan-bulan kemarau seperti saat ini. Untuk meminimalisir potensi kebakaran beberapa instansi terkait seperti Dinas Sosial, BPBD dan Pemadam Kebakaran bekerjasama dengan mengadakan sosialisasi atau simulasi penanganan kebakaran.

Alhamdulillah, hingga bulan ini tidak ada kebakaran hebat yang menghebohkan. Meskipun kebakaran sudah berulang kali namun tingkatnya masih ringan dan kecil,” pungkasnya.