Sempat Mati Suri, KONI Kembali Gelar Kejurkab
Olahraga

Sempat Mati Suri, KONI Kembali Gelar Kejurkab

Wonogiri, (wonogiri.sorot.co)--Sempat mati suri beberapa tahun, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Wonogiri kembali mengadakan even Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab). Vakumnya even yang diselenggarakan oleh KONI Wonogiri lantaran adanya masalah internal dari pengurus-pengurus terdahulu.

Ketua KONI Kabupaten Wonogiri Eko Warsito mengatakan, KONI mulai vakum sejak tahun 2012. Pihaknya sudah beberapa kali menganti kepengurusan. Baru tahun ini KONI mengadakan kembali even Kerjurkab, dengan tujuan untuk mengasah dan melihat potensi atau kemampuan dari para atlet di cabang olahraga (cabor) masing-masing.

Sebenarnya juga untuk melatih pengurus cabor agar terbiasa menggelar kompetisi,” kata Eko Warsito, Kamis (14/09/2017).

Menurutnya Eko, jika sering mengikuti atau mengadakan kompetisi baik skala Karesidenan, Provinsi atau Nasional maka dapat membantu pemerintah daerah untuk mempromosikan dan mendongkrak potensi daerah melalui olahraga.

Pada Kejurkab Multi Cabang I Tahun 2017 ini, dibuka 15 cabang olahraga yang diikuti hampir seluruh kecamatan. Adapun beberapa cabang olahraga yang dilombakan yakni Atletik, sepak bola, dayung, voli, basket, karate, pencaksilat, taekwondo, panahan, catur, dan lain-lain.

Sebenarnya merata untuk daerah-daerah yang mengikuti Kejurkab ini. Hanya saja mungkin karena keterbatasan atlet, ada beberapa kecamatan yang ikut cabor panahan tapi tidak mengikuti cabor dayung. Hanya seperti itu,” lanjut dia.

Lebih lanjut Eko mengatakan, untuk cabor dayung peminatnya memang masih sedikit. Hal itu dikarenakan atlet dayung juga sedikit, butuh kemampuan yang lebih untuk bisa menjadi atlet dayung. Meskipun di Wonogiri perairan besar namun, untuk atlet ini masih minim peminat.

Untuk menyelenggarakan even Kejurkab ini KONI menerima kucuran dana sebesar Rp 500 juta dari pemerintah. Menurutnya, jumlah dana yang diberikan tersebut, masih kurang untuk menggelar even seperti ini terlebih di Wonogiri yang memiliki 35 cabor. Sehingga tahun ini,baru 15 cabor saja yang dipertandingkan.

Yaa lumayan untuk dana pertama kali membangkitkan even yang sempat vakum. Mudah-mudahan tahun depan dana bisa lebih lagi yang dianggarkan dan kita bisa menambah cabor yang akan dilombakan. Ini saja pengurus kami beri stimulan yang minim, selebihnya kita minta untuk mencari dana sendiri,” tutupnya.