Debit Air Waduk Gajah Mungkur Turun, PLTA Bakal Berhenti Beroperasi
Peristiwa

Debit Air Waduk Gajah Mungkur Turun, PLTA Bakal Berhenti Beroperasi

Wonogiri, (wonogiri.sorot.co)--Dampak musim kemarau sudah dirasakan sejak beberapa bulan lalu. Masyarakat mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Dampak lain yakni menurunnya debit air di Waduk Gajah Mungkur.

Dari data yang dikelola oleh Perum Jasa Tirta I, penurunan debit air sudah mencapai 7,3 meter. Tinggi muka air yang semula pada akhir April mencapai 136 mdpl, namun pada pertengahan September ini hanya 128,70 mdpl.

Setiap harinya debit air terus mengalami penurunan rata-rata 10 cm. Untuk air yang masuk dari sungai-sungai yang ada dari awal kemarau hingga saat ini bisa dikatakan tidak ada, karena kondisi yang memang kering,” kata Kepala Divisi Jasa Tirta, Hendrawan Cahyo Nugroho, Kamis (14/09/2017).

Menurutnya, musim kemarau dengan kondisi seperti ini sama dengan yang terjadi pada tahun 2014 lalu. Dimana debit air terus mengalami penurunan. 

Dengan kondisi air yang terus berkurang ini, dimungkinkan untuk irigasi areal persawahan hanya mencukupi hingga akhir bulan September. Untuk selebihnya, air dari Waduk Gajah Mungkur hanya bisa digunakan untuk pemeliharaan sungai yang berada di sekitaran.

Pemeliharaan sungai kami membutuhkan 2000 liter untuk 1 sungainya. Karena pada peraturan setiap sungai tidak boleh sampai kering kerontang. Dua ribu liter itu sudah sangat cukup untuk pemeliharaan,” lanjut Hendrawan, saat ditemui di ruang kerjanya.

Sementara itu, untuk kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), dalam seminggu kedepan dapat dipastikan alat akan berhenti beroperasi. Hal itu lantaran saat ini saja debit air 128,70 mdpl, turbin yang digunakan untuk menggerakan alat sudah tidak bisa beroperasi jika debit air kurang dari 128 mdpl.

Kalau PDAM masih bisa teratasi meskipun dalam jumlah kecil. Keadaan semacam ini masih bisa dianggap normal, namun jika hingga bulan yang diprediksi hujan tidak turun maka bisa dikatakan siaga bahkan darurat kekeringan, serta harus segera mengambil tindakan,” pungkasnya.