Pelaku Usaha Nekat Pakai Gas Melon Bakal Kena Sanksi Tegas
Ekonomi

Pelaku Usaha Nekat Pakai Gas Melon Bakal Kena Sanksi Tegas

Wonogiri,(wonogiri.sorot.co)--Personil Polres Wonogiri melakukan sidak penggunaan elpiji 3 Kg di restoran dan rumah makan, Senin (01/01/2018). Hal ini terkait dengan dugaan penyalahgunaan penggunaan elpiji bersubsidi untuk kelas bisnis menengah ke atas.

Sebagaimana diatur oleh Peraturan Menteri (Permen) Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 26 Tahun 2009, elpiji (LPG) 3 Kg, hanya digunakan untuk warga miskin, pelaku Usaha Kecil Mikro (UKM) dan para nelayan kecil.

Oleh Sebab itu, Kapolres Wonogiri AKBP Robertho Pardede, menginstruksikan Kasat Reskrim AKP Muhamad Kariri, untuk memimpin tim guna melakukan sidak ke rumah makan dan restoran serta usaha bisnis kuliner skala menengah hingga besar.

Kasubag Humas Polres Wonogiri, AKP Hariyanto mengatakan, sidak dilakukan karena belakangan ini ada keluhan warga yang berhak mendapatkan elpiji 3 Kg mengalami kesulitan membeli gas. Meski menjelang natal dan tahun baru jumlah pasokannya telah ditambah. Diduga, itu terjadi karena pemakaian elpiji 3Kg tidak tepat sasaran.

"Maka dari itu, walaupun sudah ditambah pasokan elpiji namun karena adanya pemakaian yang tidak tepat sasaran maka terjadi kesulitan para warga yang mencari gas," katanya, Selasa (02/01/2018).

Kelangkaan elpiji 3 Kg di pasaran disinyalir disalah gunakan oleh para pengusaha warung makan, restoran, bisnis kuliner catering kelas besar, usaha kelas menengah ke atas, usaha laundry kategori besar dan usaha ternak dalam jumlah besar. 

Tim melakukan sidak ke sedikitnya lima rumah makan di wilayah Wonogiri. Kepada pemilik usaha yang masih menggunakan gas melon, langsung diberikan pemahaman tentang regulasi peruntukan gas melon tersebut.

Pemahaman yang diberikan petugas, dapat diterima oleh para pengusaha rumah makan di Wonogiri. Hal itu dimuat dalam surat pernyataan, bahwa para pelaku usaha memahami dan tidak lagi akan menggunakan elpiji bersubsidi, untuk kemudian beralih ke elpiji nonsubsidi dalam kemasan tabung 5 Kg atau tabung 12 Kg.

"Para pelaku usaha sudah diberikan pemahaman oleh para petugas dan telah diambil kesepakatan dengan membuat surat pernyataan," imbuhnya.

Ditegaskan bahwa bila pelaku usaha kelas menengah hingga besar tetap nekat menggunakan elpiji 3 Kg, maka akan diberi sanksi tegas dengan mencabut izin usahanya.