Hari Pers, Nasib Pengasong Koran Makin Terpuruk
Sosial

Hari Pers, Nasib Pengasong Koran Makin Terpuruk

Wonogiri, (wonogiri.sorot.co)--Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-32 tahun ini, seolah menandai semakin terkuburnya media cetak oleh media online.

Seperti disampaikan Edi Kusnadi (49), pengasong koran yang telah menekuni pekerjaannya itu sejak 1997. Menurut Edi di sela menjajakan Koran seusai sholat Jumat di masjid Agung At Taqwa Wonogiri, Jumat (9/2/2018) siang, kehidupannya bersama anak istri sebelumnya bergantung penuh pada hasilnya menjual Koran eceran.

Dari menjual Koran itu, Edi mampu membangun rumah permanen di tanah milik PT KAI di Lingkungan dan Kelurahan Wonokarto, Kecamatan Wonogiri. Dari menjual Koran pula, ayah dua orang anak itu mengantarkan pendidikan anak sulungnya ke jenjang perguruan tinggi.

Namun sejak 2013, pendapatan dari menjual Koran terus merosot seiring masuknya internet ke genggaman tangan lewat telepon seluler.

Merosot jauh Mas. Hanya sekitar seperempatnya dibanding penjualan Koran sebelum internet dapat diakses dengan mudah lewat telefon seluler,” keluh Edi.

Menurut Edi, pada masa-masa kejayaan media cetak di periode awal 2000, dia mampu menjual lebih dari 200 eksemplar Koran tiap hari. Tapi saat ini, penjualan Koran tidak mencapai 80 eksemplar per hari. 

Lantaran kondisi itu, banyak pengasong Koran banting stir ke pekerjaan lain. Namun mantan Ketua Paguyupan Pedagang dan Pengecer Koran Wonogiri itu mencoba tetap bertahan sebagai pengasong Koran. Hanya saja Edi menambah materi dagangannya.

Saya juga menjajakan rambak dan peyek buatan istri saya untuk menambah penghasilan,” terang Edi.

Istri Edi juga tidak tinggal diam. Demi menegakkan periuk keluarga dan membiayai pendidikan dua orang anak mereka, istri Edi juga membuka jasa laundry di rumah.

Tapi tetap belum cukup. Untuk membiayai kuliah anak, kami terpaksa ngutang ke mana-mana. Bahkan ngutang bank plecit pun kami lakukan,” tandas Edi Kusnadi.