Dalam Sepekan, Kasus Asusila Beruntun Terjadi di Wonogiri
Hukum & Kriminal

Dalam Sepekan, Kasus Asusila Beruntun Terjadi di Wonogiri

Wonogiri, (wonogiri.sorot.co)--Tiga kasus asusila secara beruntun terjadi di Kabupaten Wonogiri, setelah sebelumnya kasus dugaan pencabulan seorang oknum guru SMP terhadap murid-murid perempuannya mencuat di Kecamatan Puhpelem.

Kasus asusila selanjutnya adalah mobil goyang di jalan antara rumah dinas Kapolres Wonogiri dengan SMP Negeri 1 Wonogiri pada Senin (9/4/2018) kemarin. Kasus ini mencuat lantaran sebuah mobil sedan Mazda warna silver itu terlihat mencurigakan. Ketika sejumlah warga meminta pemilik mobil keluar, ternyata dari dalam keluar sepasang laki-laki perempuan bukan suami istri. Lelaki itu diketahui bernama SW (40) seorang Kadus di Kecamatan Girimarto. Sedang si perempuan adalah RW (30), warga Kecamatan Ngadirojo. Kedua pasangan mesum ini akhirnya diserahkan ke Polres Wonogiri.

Belum reda kasus mobil goyang, Polres Wonogiri menerima laporan tentang siswi SMP di Wonogiri yang menghilang dari rumah sejak Selasa (10/4/2018). Mawar (bukan nama sebenarnya) pamit dari rumah di Kecamatan Wonogiri hendak pergi ke sekolah pukul 07.00 WIB. Namun remaja 15 tahun itu ternyata tidak pernah sampai sekolah serta tidak kembali ke rumah.

Dari hasil penyelidikan, Mawar ditemukan di sebuah rumah di Desa Jatimarto, Kecamatan Ngadirojo, Rabu (11/04) siang. Rupanya saat berangkat sekolah sehari sebelumnya, Mawar dijemput pacarnya IS (19) di pasar Pokoh. Lantas keduanya berboncengan sepeda motor ke rumah teman IS itu. Di sana, Mawar sempat berhubungan intim dengan IS. Sayang Mawar harus berpisah cukup lama dengan sang pacar. Lantaran IS dijerat dengan pasal 81 UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan perempuan dan anak.

Dugaan dampak perbuatan asusila juga terjadi di Kecamatan Giriwoyo. Sesosok bayi perempuan berbobot 2,3 Kg dengan panjang 45 cm ditemukan warga di pojok mushola Darul Khoir, Dusun Demesan, Kecamatan Giriwoyo, Rabu (11/04/2018) malam.

Saat ditemukan, bayi yang diduga hasil hubungan gelap itu terlihat masih basah tanda belum lama dilahirkan. Oleh warga, bayi itu dibawa ke rumah bersalin milik Bidan Dewi Mardiyanti di Desa Tirtosworo, Kecamatan Giriwoyo.

"Kondisinya sejak dibawa ke sini sampai sekarang sehat. Kulitnya warna merah muda dengan pusar sudah dipotong hingga tinggal 10 cm," jelas Dewi di rumah bersalinnya, Kamis (12/4/2018).

Oleh Dewi, bayi mungil itu diberi nama Sholihah. Sementara pemilik mushola, Ponikem menuturkan, beberapa warga sempat melihat sepasang lelaki perempuan berboncengan sepeda motor. Mereka berbelok ke mushola dan meletakkan kardus lantas kabur ke arah Utara. 

Di lain pihak, Kapolres Wonogiri, AKBP Robertho Pardede, melalui Kapolsek Giriwoyo, AKP Mulyono, mengatakan, pihak polsek bersama tim Satreskrim Polres Wonogiri masih melakukan penyelidikan.

"Sampai saat ini kami masih meminta keterangan saksi-saksi. Kami belum bisa menyimpulkan latar belakang pembuangan bayi ini dan siapa pelakunya," ujat AKP Mulyono.