Kesadaran Menggunakan Kontrasepsi Tinggi, Tapi Target KB Tak Terpenuhi
Peristiwa

Kesadaran Menggunakan Kontrasepsi Tinggi, Tapi Target KB Tak Terpenuhi

Wuryantoro, (wonogiri.sorot.co)--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri terus mendengungkan Kampung Keluarga Berencana (KB) mengingat masih banyak orang tua yang mempunyai lebih dari dua anak. Mengamati kejadian tersebut, maka perlu diadakannya sosialisasi penilaian terkait sistem Kampung KB. Kegiatan ini digelar di Dusun Pondok Sari, Desa Sumberejo, Kecamatan Wuryantoro, Sabtu (12/05/2018).

Kegiatan ini, dihadiri oleh Sri Utami Ningsih, Kasi Perencanaan KB Kabupaten Wonogiri, Danramil 10/Wuryantoro Kpt Inf Kasmadi yang diwakili Sertu Ali Imran, Richo Virgantantara Amd, Agus Purnomo (anggota penyuluhan), Bintang Anggraini Ningtyas (anggota penyuluhan), Edy Sumidro, pengurus pokja kampung KB Ngudisari Pondoksari, Kepala Desa Sumberejo Sulardi, dan seluruh anggota KB se-Desa Sumberejo.

Seperti diketahui, saat ini jumlah perempuan Indonesia (sudah menikah) makin banyak menggunakan kontrasepsi dan sadar kesehatan reproduksi, namun angka kelahiran anak lebih dari dua justru semakin tinggi.

Suharsono Kasi penyuluh KB Kabupaten Wonogiri menyampaikan, Kampung Keluarga Berencana (KB) menjadi upaya pemerintah untuk mendengungkan kembali program KB, sejalan dengan semakin tingginya kesadaran perempuan di negara-negara akan pentingnya kontrasepsi dan kesehatan reproduksi.

Kampung KB memiliki beberapa syarat yang harus dipenuhi yakni Kelompok kerja (Pokja) Kampung KB harus dari kampung tersebut, Prasarana kampung KB didukung dari pemerintah dan data kampung KB harus akurat, masing-masing Pokja harus mengidentifikasi masalah di kampung tersebut dan mencari potensi yang ada.

"Jadi semua harus bersinergi, agar tujuan kampung KB dapat terwujud dam terlaksana dengan benar," jelasnya, Sabtu (12/05/2018).

Prinsip pengelolaan kampung KB harus bisa mengetahui dan mengidentifikasi masalah. Kampung KB sebagai kebutuhan masyarakat dan bersifat mandiri. Pemeran utama adalah masyarakat sebagai pelaku dan penerima program, petugas lapangan sebagai pendamping dan pembina. Kegiatan kampung KB harus terencana sesuai permasalahan kampung. 

"Kampung KB memerlukan relawan yang siap, kegiatan kampung KB mengacu pada permasalahan yang ada," tambahnya.