Banyak ‘Boro’ Jadi Penyebab Tingginya Angka Golput
Politik

Banyak ‘Boro’ Jadi Penyebab Tingginya Angka Golput

Wonogiri,(wonogiri.sorot.co)--Tingginya angka ketidakikutsertaan atau golongan putih (golput) dalam Pilkada 2018 Wonogiri disebabkan banyak warga yang merantau alias boro. Penyebabnya tersebut disampaikan Ketua KPUD Kabupaten Wonogiri, Mat Nawir.

Tiga puluh persen masyarakat Wonogiri yang terpilih menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah tahun 2018 tidak dapat menggunakan hak pilihnya. Kendati demikian hal tersebut tidak hanya dikatakan Golput.

Ketua KPUD Kabupaten Wonogiri, Mat Nawir menyampaikan, 30 persen masyarakat yang tidak menggunakan hak pilih tidak semuanya dalam kategori golput. Masyarakat Wonogiri yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) banyak yang merantau sehingga menjadi penyebab paling dominan yang berujung pada tidak terpenuhinya hak pilih dalam DPT.

"Jadi, tidak semua masyarakat dikatakan golput, keadaan yang membuat masyarakat Wonogiri tidak dapat melakukan hak pilihnya," jelasnya, Jumat (06/07/2018).

Selain masyarakat yang boro, juga masyarakat yang kuliah diluar Jawa, dan bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Mendapati hal tersebut, pihaknya akan terus berupaya untuk mengurangi angka ketidakaktifan masyarakat terhadap Pilkada. 

"Selain itu, bagi mahasiswa biasanya mengikuti pemilihan di lokasi ia kuliah, kebanyakan mereka yang tidak terdaftar disini, namun terdaftar pada Kabupaten lain dimana mereka kuliah," tambahnya.

Sementara, pada pemilihan di tahun 2019 terdapat kategori pemilihan tingkat kabupaten, tingkat provinsi, dan tingkat nasional. Bagi masyarakat yang tidak bisa mengikuti pemilihan di tingkat kabupaten, ia tidak kehilangan hak pilih dan tetap bisa mengikuti pemilihan di lokasi lain.