Larangan Bandar Narkoba dan Narapidana Korupsi Nyaleg Pemilu
Politik

Larangan Bandar Narkoba dan Narapidana Korupsi Nyaleg Pemilu

Wonogiri,(wonogiri.sorot.co)--Memasuki masa pendaftaran anggota legislatif, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wonogiri sudah menerapkan terkait Peraturan KPU Nomor 20 Tahun 2018, yang berisikan larangan mantan narapidana kasus korupsi, bandar narkoba, dan pelaku pelecehan seksual, dan kekerasan terhadap anak untuk mendaftar sebagai calon legislatif.

Ketua KPU Kabupaten Wonogiri, Mat Nawir menyampaikan, sejak ditetapkannya PKPU tersebut pihaknya sudah menerapkannya terhadap proses pendaftaran caleg. KPU Wonogiri memastikan para caleg yang sebelumnya terganjal kasus tersebut tidak bisa mengikuti dalam proses pendaftaran caleg pada periode Pemilihan Legislatif (Pileg) sebagai anggota DPDR Kabupaten Wonogiri tahun 2019 yang akan digelar pada April 2019 mendatang.

"Kami tetap mengacu peraturan pada PKPU yang sudah dikeluarkan oleh pusat. Para mantan narapidana, yang dimaksud sudah dipastikan tidak bisa ikut serta dalam pesta demokrasi yang bakal digelar tahun 2019," jelasnya, Senin (09/07/2018).

Kendati demikian, peraturan pada PKPU Nomor 20 tahun 2018, bertentangan dengan UU Nomor 17 tahun 2017 yang disitu menjelaskan bahwa mantan narapidana yang sudah menjalani masa kurungan lima tahun bahkan lebih dan sudah mengumumkan di depan publik tetap masih bisa untuk mendaftarkan sebagai caleg. 

"Kecuali mantan narapidana kasus korupsi, pelecehan seksual, pelaku kekerasan terhadap anak, bandar narkoba, mereka tidak bisa mengikuti pendaftaran caleg," imbuhnya.

Seperti diketahui, saat ini KPU telah membuka masa pendaftaran bagi partai politik yang mendaftarkan anggotanya dalam Pemilihan Legislatif, pendaftaran sendiri dibuka sejak 4-17 Juli 2018.