Dua Kasus KDRT di Puhpelem Rampung Secara Kekeluargaan
Hukum & Kriminal

Dua Kasus KDRT di Puhpelem Rampung Secara Kekeluargaan

Puhpelem, (wonogiri.sorot.co)--Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Perlindungan, Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DPP KBP3A)  Wonogiri menggelar sosialisasi untuk menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Pendopo Kecamatan Puhpelem, Jumat (14/09/2018).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Puhpelem, Jaiman , Danramil 21/Bulukerto, Kapten Inf Tono dan Batuud Pelda Suparmo, Kapolsek Puhpelem, Iptu Sukarjo, Dinas DPPKB dan P3A Kabupaten Wonogiri, serta Kepala Desa se-Kecamatan Puhpelem.

Camat Puhpelem, Jaiman menyampaikan kegiatan yang menonjol tentang pelecehan anak dan perempuan tidak ada jika ada eskalasinya kecil. Terkait hal ini di Kecamatan Puhpelem tidak ditemukan adanya kasus kekerasan dalam rumah tangga. Pihaknya juga memerintahkan setiap Kades untuk lebih memperhatikan para warganya.

"Jangan sampai bosan-bosan turun langsung ke masyarakat. Biasanya kekerasan dalam rumah tangga terjadi karena faktor ekonomi. Saat ini pengajuan kredit dan keuangan di wilayah Puhpelem sangat luar biasa dan berkembang pesat," katanya.

Perlindungan anak sangat diperlukan jika dilihat dari mayoritas warga Puhpelem banyak yang merantau. Kurangnya pantauan dari orang tua ditakutkan menjadikan menjadi korban KDRT maupun tindakan kekerasan terhadap anak. 

Sementara itu Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak DPP KBP3A Kabupaten Wonogiri, Rodiyah membeberkan bahwa dengan terbentuknya Satgas ini pihaknya mempunyai keinginan untuk menurunkan bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak, baik secara kualitas maupun kuantitas.
Kasus yang terjadi di Puhpelem belum sampai ke ranah hukum. Lantaran masih dianggap ringan, maka kasunya diselesaikan secara kekeluargaan.

Tahun 2017 ada 1 kasus, 2016 ada 1 kasus, semuanya sudah diselesaikan secara kekeluargaan,” ucapnya.

Seperti diketahui berdasarkan UU No. 23 Tahuh 2002, setiap anak memiliki 4 hak meliputi Hak hidup, Hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan BPJS, Hak tumbuh dan berkembang sesuai usianya, Hak untuk menyatakan dan didengar pendapatnya.

"Dengan begitu diharapkan orang tua bisa lebih mengerti dan bertanggung jawab mendidik anak agar terhindar dari kasus kekeraasan terhadap anak," terangnya.