Pelaku Bisnis Bodongan Diringkus Polisi
Hukum & Kriminal

Pelaku Bisnis Bodongan Diringkus Polisi

Wonogiri,(wonogiri.sorot.co)--Berdalih mengajak join usaha penangkaran benih kedelai, AS warga Dusun Salak, Desa Giripurwo, Kecamatan Wonogiri dilaporkan polisi atas tuduhan penipuan. Atas tuduhan itu, pelaku pun ditangkap, Rabu (23/05/2018) malam.

Kapolsek Wonogiri Kota, AKP Surono, mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Robertho Pardede menyampaikan, kejadian penipuan bermula saat pelaku mendatangi rumah korban Rudy Purwadi, warga Kampung Cilauk, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor pada Mei 2017 silam. Pelaku membawa berkas surat permohonan penangkaran benih kedelai dan surat order dari CV. Tri Yoga Pradana dan CV. Alam Asri Sejahtera. Pelaku datang menawarkan kerja sama kepada korban, untuk memberikan modal uang kepada pelaku guna penangkaran jual beli benih kedelai di wilayah Kabupaten Wonogiri.

"Karena tergiur akan rayuan pelaku, korban lantas memberikan sejumlah uang secara bertahap untuk modal pemangkaran benih kedelai," jelasnya, Kamis (24/05/2018).

Kapolsek menambahkan, total keseluruhan, korban mengirimkan uang sejumlah Rp 722 juta. Semula tidak ada yang mencurigakan, pada bilan Juni-Juli korban mendapatkan Rp 120 juta dari hasil penanaman modal yang diberikan kepada pelaku. 

Kecurigaan mulai terlihat pada Agustus tahun 2017, saat itu korban sudah menyerahkan semua modal, namun pelaku tidak memenuhi kewajiban untuk menyerahkan hasil pembagian kepada korban. Karena merasa curiga, korban lantas melakukan pengecekan di lapangan.

"Setelah dicek, ternyata uang modal yang diserahkan kepada terlapor sudah habis dan barang berupa kedelai sudah tidak ada," tambahnya.

Merasa ditipu hingga ratusan juta rupiah, korban melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Polsek Wonogiri pada Senin, (16/05/2018). Selanjutnya petugas kepolisian melakukan penyelidikan terkait kasus ini, hingga pelaku berhasil diamankan dan dibawa ke Ruang Tahanan Mapolres Wonogiri.

"Kami membawa barang bukti berupa kwitansi penyerahan uang dan bukti transfer, dan surat perjanjian kerjasama," pungkasnya.