Terancam Limbah dan Tak Ingin Alam Rusak, Masyarakat Desa Jendi Tolak Rencana Pertambangan Emas
Ekonomi

Terancam Limbah dan Tak Ingin Alam Rusak, Masyarakat Desa Jendi Tolak Rencana Pertambangan Emas

Selogiri,(wonogiri.sorot.co)--Berbagai upaya dilakukan oleh warga Desa Jendi, Kecamatan Selogiri, sebagai bentuk penolakan pertambangan yang rencananya akan dilakukan oleh PT. Alexis. Aksi penolakan terus digencarkan warga dengan salah satunya penjualan pin dan kaos yang berisi penolakan.

Salah satu perwakilan Pemuda Jendi Bersatu, sekaligus penggerak aksi penolakan tambang emas, Umar Dani menyampaikan bahwa pihaknya menolak keras terkait rencana aktivitas pertambangan oleh pihak PT. Alexis yang rencanannya akan dilakukan di perbukitan Randu Kuning yang berada di Desa Jendi, Kecamatan Selogiri.

Kami lakukan beberapa cara untuk menolak keras terkait rencana pertambangan di blok Randu Kuning, ucapnya saat ditemui, Rabu (13/03/2019).

Sebagai bentuk penolakan, kata dia, pihaknya bersama pemuda di Desa Jendi, didukung oleh masyarakat memasang spanduk penolakan keras rencana pertambangan di blok Randu Kuning. Tidak berhenti disitu, pihaknya juga melakukan penolakan dengan menjual pin. Uang yang didapatkan dari hasil penjualan pin nantinya akan digunakan untuk aksi penolakan serupa. 

Yang terbaru, kami saat ini sedang membuat kaos penolakan serupa, hal ini dimaksudkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat warga Desa Jendi secara khususnya, selain itu juga sebagai bukti aksi penolakan keras dari warga masyarakat, lanjutnya.

Dikatakan, aksi penolakan yang dilakukan karena masyarakat merasa cemas dan was-was atas imbas yang akan dirasakan. Sementara dari total keseluruhan, terdapat 194,7 hektare lahan yang akan terkena dampak atas rencana pertambangan emas oleh PT. Alexis. 

Saat ini warga yang berada sekitar blok Randu Kuning merasa was-was, dan takut akan masa depan mereka Mbak, bahkan tidak sedikit yang tidak nyenyak tidur karena memikirkan rencana pertambangan, imbuhnya.

Selain itu, ditambahkan, akibat dari pertambangan emas di blok Randu Kuning, hasil pertanian akan hilang 275.940 ton per tahun. Hal itu karena sawah seluas 17,7 hektare, kebun seluas 4,34 hektare, serta kebun jati seluas 167,17 hektare hak milik dari 246 orang akan menjadi area pertambangan. Tak hanya itu, jika rencana pertambangan emas dilakukan warga juga akan terkena dambak dari limbah yang beracun sehingga merusak ekosistem yang ada.

Aksi penolakan oleh warga sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun 2017, namun sempat padam dan saat ini kembali memanas, terangnya. 

Hal serupa disampaikan oleh Parti, warga Desa Jendi, ia menolak keras terkait rencana penambangan emas. Menurutnya, sektor-sektor pertanian serta lahan perkebunan milik warga akan hilang dan rusak. 

Kasihan warga Jendi, kalau nantinya rencana tersebut terus dilangsungkan, jadi kami menolak keras rencana pertambangan emas oleh PT. Alexis, tegasnya.