Bau Limbah Sampai di Wonogiri, Warga Sendang Ijo Konsumsi Obat Sakit Kepala
Peristiwa

Bau Limbah Sampai di Wonogiri, Warga Sendang Ijo Konsumsi Obat Sakit Kepala

Selogiri,(wonogiri.sorot.co)--Bau limbah PT RUM yang terletak di Desa Plesan, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo juga dirasakan oleh sebagian warga Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri.

Warga Dukuh Bagusan, Desa Sendang Ijo, Kecamatan Sologiri, Wonogiri, Bibit Wahyudi mengatakan bahwa ia dan keluarganya sering mencium bau limbah dari PT. Bau limbah tersebut bahkan membuat istrinya mengalami pusing dan terkadang istrinya harus meminum obat sakit kepala untuk menghilangkan rasa pusingnya.

"Istri saya kalau bau lalu pusing, trus minum obat sakit kepala. Katanya udaranya tidak berbahaya, tapi efek yang ditimbulkan ini menurut saya juga bahaya, dan harus diperhatikan juga," katanya Selasa (26/11/2019).

Sekertaris Desa Sendang Ijo, Basuki menambahkan, bau limbah PT RUM terakhir tercium kemarin malam. 

"Sekitar jam 00.00 WIB kemarin malam bau lagi, kalau intensitasnya sudah nggak seperti dulu," katanya.

Ia menuturkan efek bau limbah itu membuat warga jadi tidak nafsu makan dan pusing-pasing.

"Kalau dari warga datang ke sini mengeluh belum pernah, tapi kalau ketemu di jalan, mereka menyampaikan keluhannya kepada perangkat desa," jelasnya.

Bahkan, tidak sedikit warga dari Sendang Ijo, juga ikut aksi saat warga Sukoharjo yang terdampak PT RUM melakukan demo.

Hal tersebut untuk memperjuangan udara sehat layaknya sebelum PT. RUM berdiri. Dari Pemdes sendiri juga sering mengadukan ke Pemerintah Kabupaten Wonogiri, jika mendapat laporan dari warga soal bau limbah PT.

"Audiensi kemarin kan juga karena banyaknya aduan dari warga," terangnya.

Bahkan ada salah seorang warganya yang mendapatkan suami warga Desa Plesan, Kecamatan Nguter, Sukoharjo, namun dia enggan tinggal di rumah suaminya karena bau.

Ia berharap masalah bau limbah ini bisa segera diselesaikan oleh pihak terkait, agar tidak mengganggu warga lagi.

"Dari warga sini hanya minta baunya tidak ada. Konpensasi itu tidak penting. Kalau mau beroperasi jangan mengganggu lingkungan, udara sehat itu warisan nenek moyang kita," tandasnya.