Melawan Saat Ditangkap, Seorang Residivis Ditembak Petugas
Hukum & Kriminal

Melawan Saat Ditangkap, Seorang Residivis Ditembak Petugas

Wonogiri,(wonogiri.sorot.co)--Seorang residivis berhasil dilumpuhkan petugas Satuan Reserse Polres Wonogiri lantaran melawan saat ditangkap. Tersangka yang bernama Istiarto (34) warga Natar, Lampung Selatan tersebut dibekuk karena melakukan pencurian dana nasabah yang hendak melakukan transaksi melalui mesin ATM.

Disampaikan Kapolres Wonogiri, AKBP Christian Tobing, penangkapan terhadap tersangka berawal dari adanya laporan dari dua orang warga kepada pihak kepolisian perihal aksi yang dilakukan oleh tersangka. Dimana aksi pertama dilakukan pelaku pada akhir November 2019 lalu di ATM BRI Unit Sidoharjo Wonogiri dengan korban berinisial S (63).

Dijelaskan Kapolres, tersangka sebelumnya sudah memilih dan mengincar korban untuk dijadikan target sasarannya dikarenakan korban sudah tua. Selanjutnya pada saat korban hendak mengambil uang dari ATM tersebut, korban meminta bantuan kepada tersangka.

Pada saat korban memasukan kartu ATM BRI dan memasukan nomor PIN ATM korban, tersangka mengintip dan menghafalkan nomor PIN korban tersebut. Pada saat korban memasukan jumlah nominal uang yang akan ditarik korban, namun oleh tersangka transaksi korban dicancel yang kemudian kartu ATM BRI korban diambil oleh tersangka. Lalu kartu ATM BRI korban ditukar dengan kartu ATM BRI milik tersangka yang sebelumnya sudah dipersiapkan oleh tersangka. Korban pun lantas percaya lantaran kartu tersebut mempunyai warna dan ciri yang sama dengan kartu ATM BRI-nya

Setelah berhasil menukar kartu ATM BRI milik korban dengan kartu ATM BRI milik tersangka, korban akhirnya tidak bisa melakukan transaksi di ATM tersebut. Setelah itu tersangka meyakinkan korban dengan cara ATM korban tidak ada uang. Bahkan tersangka juga bilang kepada korban untuk meminta tolong kepada anak atau saudara. Selanjutnya setelah korban keluar dan pergi, tersangka mengambil uang milik korban yang berada di dalam ATM BRI korban yang dimana nomor PIN ATM korban sudah dihafalkan oleh pelaku.

"Modus pelaku dengan pura-pura menolong nasabah yang kesulitan menggunakan mesin ATM," jelas Kapolres saat konferensi pers di Mapolres Wonogiri, Jumat (24/1/2020).

Keesokan harinya, korban mendatangi kantor BRI Pasar Sidoharjo bersama istrinya untuk mengambil tunai dengan menggunakan buku tabungannya. Tetapi setelah di cek oleh petugas bank, saldo tabungan korban sudah kosong dan dari situ korban baru menyadari bahwa kartu ATM pelapor telah ditukar oleh tersangka. Akibatnya korban mengalami kerugian sebesar Rp 17.950.000. 

Selain melancarkan aksinya pada bulan November lalu, tersangka kembali beraksi pada awal bulan Januari 2020 di ATM BRI Pasar Wonogiri dengan korban berinisial G (60). Modus yang digunakan pelaku kali ini meminta korbannya memasukan PIN ATM sebanyak tiga kali, untuk meyakinkan korbannya jika kartu ATMnya tertelan mesin.

Setelah korban sudah yakin, pelaku kembali meminta korbannya untuk melaporkan ke petugas, lalu pelaku menghilang. Keesokan harinya saat korban mencetak buku tabungannya, korban menyadari jika uangnya telah raib sebesar Rp 55 juta.

Setelah melakukan penyelidikan, tersangka berhasil diamankan pada tanggal 11 Januari 2020 lalu di daerah tempat tinggalnya. Namun saat dilakukan penangkapan, tersangka sempat melawan dan petugas terpaksa melumpuhkan pelaku dengan sebuah tembakan yang mengarah pada betis kaki kirinya.

"Saat diamankan pelaku tidak kooperatif, dia berusaha melarikan diri. Kami telah memberikan tembakan peringatan, tapi tidak dihirauakan, sehingga terpaksa kami lumpuhkan," ucapnya.

Sementara dari catatan kepolisian, tersangka merupakan seorang residivis dengan kasus yang sama. Dimana pelaku pernah tertangkap di Lampung pada tahun 2016 lalu.

"Dia sempat ditahan selama satu setengah tahun, setelah bebas ia datang ke Jawa mengulang aksinya," katanya.

Setelah bebas pada tahun 2018, pelaku kembali melancarkan aksinya disejumlah tempat di Jawa Tengah dan Yogyakarta, termasuk Wonogiri. Sepanjang tahun 2018 hingga tahun 2020, pelaku berhasil membobol dana nasabah sebanyak 13 kali dengan nilai sekitar Rp 146 juta.

Saat ini tersangka mendekam di tahanan Polres Wonogiri, dan terancam melanggar Pasal 362 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman penjara maksimal lima tahun.