Hujan Tinggi, Wonogiri Menjadi Daerah Langganan Banjir
Peristiwa

Hujan Tinggi, Wonogiri Menjadi Daerah Langganan Banjir

Wonogiri,(wonogiri.sorot.co)--Banjir yang terjadi di Kabupaten Wonogiri termasuk peristiwa yang fenomenal. Pasalnya sejumlah kawasan di Wonogiri menjadi langganan banjir saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Diketahui akhir-akhir ini, Kecamatan Pracimantoro dan Giriwoyo dilanda banjir bandang akibat hujan yang mengguyur kawasan tersebut.

Menurut Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Wonogiri, Bambang Haryanto, banjir di Wonogiri disebabkan oleh tiga tipe banjir, yakni banjir genangan, banjir bandang, dan banjir luweng.

"Banjir genangan itu disebabkan aliran sungai anak Bengawan Solo tidak bisa mengalir, karena di Sungai Bengawan Solo debit airnya cukup tinggi. Volume air terus bertambah dan aliran sungainya berhenti, maka air akan meluap," ucapnya, Selasa (10/3/2020).

Kawasan yang sering terjadi banjir genangan ini berada di sejumlah kawasan di Kecamatan Selogiri dan Nguntoronadi. Menurutnya, banjir di lokasi tersebut genangan airnya tidak akan bertahan lama yakni sekitar dua jam air akan surut. 

Sementara itu penyebab banjir yang cukup merusak adalah banjir bandang. Hal ini diakibatkan lantaran arus air yang kuat dari dataran yang lebih tinggi. Menurutnya banjir bandang ini biasa terjadi dalam tempo waktu sekitar satu jam, lalu air akan surut.

"Banjir bandang ini terganggung pada kontur tanah. Banjirnya singkat, tapi merusak," terangnya.

Sedangkan kawasan yang sering terjadi banjir bandang berada di sejumlah kawasan di Kecamatan Eromoko dan Sidoharjo. Berdasar data yang diperoleh dari BPBD Wonogiri, faktor banjir terakhir adalah banjir luweng, yang saat ini terjadi di Desa Petirsari, Kecamatan Pracimantoro, dan Kelurahan Girikikis, Kecamatan Giriwoyo.

Banjir luweng ini biasanya berangsur lama dan sangat berbahaya karena bisa mengakibatkan tanah amblas atau longsor. Untuk menyiasati banjir luweng tersebut, BPBD Wonogiri akan memompa air banjir untuk dialirkan ke aliran tanah yang lebih rendah.

"Selain itu kita juga pasangi saringan agar luweng tidak tertimbun sampah, tapi biasanya saringan kita tersebumbat sampah," paparnya.

Ia menambahkan, luweng ini seperti halnya sumur yang berfungsi menyerap air pada musim hujan, sehingga air tidak meluap ke rumah warga dan lahan pertanian. Sedangkan kawasan yang sering terjadi banjir luweng yakni berada di Kecamatan Eromoko, Pracimantoro, Giritontro, dan Giriwoyo.

"Kontur tanah di Wonogiri banyak batuan kapurnya, sehingga sulit untuk menyerap air," tandasnya.