Satuan Reserse Narkoba Polres Wonogiri Bongkar Sindikat Sabu
Hukum & Kriminal

Satuan Reserse Narkoba Polres Wonogiri Bongkar Sindikat Sabu

Wonogiri,(wonogiri.sorot.co)--Tim Satuan Reserse Narkoba Polres Wonogiri berhasil membongkar sindikat narkotika. Satu dari tiga tersangka merupakan residivis.

Tiga tersangka ini yakni BS (48) warga Dukuh Poh Gede, Kelurahan Mojoreno, Kecamatan Sidoharjo, Wonogiri, AS (31) warga Jendi, Kelurahan/Kecamatan Girimarto, Wonogiri, dan Par.

Dalam konferensi pers, Kapolres Wonogiri, AKBP Christian Tobing menyampaikan, tersangka BS ditangkap pada hari Senin (01/6/2020) sekitar pukul 15.00 WIB di sekitar Pasar Sidoharjo. Sebelum penangkapan, petugas tengah melakukan patroli di sekitar Pasar Sidoharjo. Selang beberapa menit, petugas mencurigai yang bersangkutan.

"Saat diintrogasi petugas, yang bersangkutan baru selesai menggunakan narkoba jenis sabu di rumah temannya di daerah Keron Lor, Sidoharjo," paparnya, Sabtu (13/6/2020).

Mendapati keterangan itu, tersangka langsung digelandang ke rumah temannya tersebut. Saat dilakukan penggeledahan di ruang tamu, petugas menemukan satu buah sedotan yang sudah dimodifikasi yang di dalamnya terdapat sabu. 

Selain itu petugas juga menemukan satu buah botol plastik kecil yang tutup botolnya terdapat dua lubang di dalam bak sampah.

"Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengakui dua barang tersebut miliknya," imbuhnya.

Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka BS, petugas langsung menelusuri asal mula barang tersebut didapat. Dan ternyata tersangka mengakui jika barang itu ia dapat dari AS.

"Mendapat informasi keberadaan AS yang saat itu tengah bermain badminton di Balai Desa Kuniran Kelurahan Selorejo, Girimarto, petugas lantas menuju balai itu dan menangkapnya," beber dia.

Selain menangkap AS, petugas juga mengamankan barang bukti, diantaranya satu unit sepeda motor Honda Beat nopol A 4791 VN dan satu buah handphone merk Samsung beserta sim card nya yang diduga digunakan tersangka untuk sarana transaksi jual beli sabu dengan tersangka BS.

Dari hasil introgasi lanjutan, AS menjual sabu kepada Par. Mendapati informasi itu, petugas melakukan penyelidikan keberadaan Par.

"Tersangka Par ditangkap saat berada di SPBU Pokoh sekitar pukul 23.45 WIB. Saat penangkapan petugas juga mengamankan barang bukti sebuah pipet kaca yang di dalamnya terdapat sabu satu buah botol kaca warna coklat yang digunakan sebagai bong alat hisap," ujarnya.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (1) lebih subsider Pasal 127 ayat (1) huruf a UURI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun kurungan.