Tinggal di Alas Kethu, Pemegang KKS Tak Terima Bantuan dan Pernah Tiga Hari Tak Makan
Sosial

Tinggal di Alas Kethu, Pemegang KKS Tak Terima Bantuan dan Pernah Tiga Hari Tak Makan

Wonogiri,(wonogiri.sorot.co)--Semenjak Pandemi Covid-19, pemerintah terus menggalakkan bantuan kepada warga yang terdampak. Namun aksi sosial itu terkadang belum sepenuhnya menjangkau seluruh warga miskin.

Seperti yang dialami Karni (60) warga Kelurahan Giripurwo, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri ini tidak pernah mendapat bantuan. Padahal ia sudah mengantongi Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Melalui KKS inilah menjadi bukti Karni sebagai penerima Program Sembako atau sering disebut Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), yang mana setiap bulan mendapatkan bantuan berupa beras, telur, daging ayam, tahu, dan tempe.

Untuk mendapat bantuan ini, Karni harus menukarkannya di warung elektronik atau e-warung. Setiap KKS miliknya digesekkan ke mesin Electronic Data Capture (EDC) saldonya nol. Namun saat digesek ia harus lapang dada lantaran saldo masih nol.

"Sudah lama tidak dapat bantuan, setahun lebih, setiap cek masih nol terus," katanya saat ditemui di gubuk reot miliknya, Minggu (14/6/2020).

Kondisi ini justru diperparah dengan adanya pandemi Covid-19. Pasalnya semenjak wabah virus Corona masuk ke Kabupaten Wonogiri, penghasilannya semakin berkurang. 

Untuk menyambung hidupnya, Karni membuat arang dan menjualnya. Itu pun jarang ada pembeli karena warung makan yang sering ia tuju juga sedang tutup. Sedangan Sutimin, suaminya tidak bekerja karena tak ada lagi proyek infrastruktur yang berjalan.

"Semenjak tidak ada proyek, suami jadi buruh serabutan, kadang tidak dapat uang. Saya di rumah bikin areng disetorkan ke hik-hik (angkringan). Tapi semenjak awal-awal Corona tutup, ya sudah tidak ada penghasilan sama sekali," ucapnya.

Karena tidak ada penghasilan, sehingga membuat satu keluarga ini terpaksa mencari umbi-umbian di sekitar gubuk untuk dimakan. Bahkan mereka pernah tidak makan selama tiga hari.

"Pernah tiga hari tidak makan, hanya minum air putih," ujarnya.

Dahulu Karni pernah tercatat sebagai penerima program bantuan beras untuk warga miskin (raskin). Itu pun tak lancar, kadang mendapatkannya kadang tidak. Hingga akhirnya Karni sama sekali tak pernah mendapatkannya lagi sejak akhir 2012.

Diberitakan sebelumnya, Karni tinggal di sebuah gubuk di kawasan hutan Kethu atau Alas Kethu, Kelurahan Giripurwo, Wonogiri. Di gubuk berukuran 2 x 3 meter dan beralaskan tanah ini Karni tinggal bersama suami dan anak semata wayangnya, Supri. Gubuk tersebut mereka tempati selama hampir 20 tahun.