Tak Kuasa Tahan Nafsu, Bapak Tega Cabuli Anak Tetangga
Hukum & Kriminal

Tak Kuasa Tahan Nafsu, Bapak Tega Cabuli Anak Tetangga

Wonogiri,(wonogiri.sorot.co)--Kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur kembali terjadi di wilayah hukum Polres Wonogiri. Kali ini kasus itu dialami seorang anak perempuan yang masih berusia 12 tahun.

Aksi bejat itu dilakukan oleh seorang ayah yang sudah mempunyai satu orang anak berinisial T (44) warga Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri. Bak layaknya nafsu sudah diujung tanduk, T nekat mencabuli anak tetangganya sendiri.

Kasat Reskrim Polres Wonogiri, AKP Supardi mengatakan, kasus pencabulan itu terjadi mulai bulan Februari 2021 hingga Mei 2021.

"TKP-nya ada di sebuah hotel di kawasan Kecamatan Slogohimo, Wonogiri," katanya saat konferensi pers di Mapolres Wonogiri, Kamis (03/06/2021).

Kasus ini terbongkar dari kecuragaan keluarga korban yang sering diajak pergi oleh pelaku. Saat keluarga korban menanyai korban, korban tidak mau mengaku. 

Hingga akhirnya keluarga korban memutuskan untuk membututi pelaku, dan kemudian menanyai pelaku telah melakukan apa saja kepada anaknya. Lantaran pelaku tidak mau mengaku, pelaku kemudian dibawa keluarga ke Mapolsek Puhpelem, dan di sanalah pelaku mengakui perbuatannya.

"Kami mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian milik pelaku dan korban, HP, dan satu unit sepeda motor," terangnya.

Saat diinterogasi petugas, T mengaku sangat dekat dengan korban, dan mengenal baik keluarga korban. Melalui foto profil WhatsApp milik bapaknya yang merupakan foto korban, pelaku akhirnya mengenal korban secara lebih. Bahkan, korban juga sering berbagi kisah ke pelaku.

"Dia (korban) sering wa nan dan curhat ke saya. Katanya dia kayak tidak dianggap oleh keluarganya," ungkapnya.

Pelaku yang bekerja sebagai wiraswasta itu merasa kasian kepada korban. Lantaran iba, pelaku sering memberikan korban uang mulai dari Rp 300 - Rp 700 ribu.

"Saya ngasihnya ada yang sesudah berhubungan, ada yang sebelum berhubungan. Pokoknya saya kasih uang itu karena kasian saja," ujarnya.

Sampai suatu ketika, tersangka melihat foto profil korban. Dari sanalah tersangka mulai membujuk korban untuk berhubungan layaknya pasangan suami-istri.

"Saya sudah melakukan (pencabulan) itu sebanyak tiga kali, lokasi di hotel terus. Saya tidak pernah mengancam dan memaksa, tapi saat saya ajak, dia mau," imbuhnya.

Akibat perbuatannya pelaku terancam Pasal 81 ayat (2) Undang undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 perubahan kedua atas Undang undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun, dan denda paling banyak Rp. 5.000.000.000.